Rabu, 29 Agustus 2012

Masih Sama

Terkadang jalan kehidupan berbeda jauh dengan apa yang kita pikirkan, "saya ingin seperti ini!" terkadang hal itu terwujud terkadang tidak malah melenceng dari apa yang kita harapakan.
Dahulu aku berfikir dengan melepaskan dirinya untuk orang lain akan baik untuk kami berdua, ya! kami berdua, tetapi ternyata apa yang aku pikirkan berbeda jauh, menginginkan dirinya bahagia dan akupun ikut ber-Bahagia kini aku yang terluka.
Disaat kulihat dirinya meneteskan air mata, aku tahu bahwa dia sebenarnya ingin berlanjut tapi apalah dayaku, aku tak ingin melihatnya terluka dan berharap dia bahagia.
Disaat bersamaan hadir satu orang mulai mengisi kegamanganku, dia mengutarakan isi hatinya, tanpa memikirkan hati ini masih terluka aku "iyakan", meski aku tahu bahwa hati ini masih tertuju kepada dirinya, hanya karena tak ingin melihat wanita terluka, kata "Iya" yang keluar dari bibir ini.
Hubungan kami berlanjut dan diapun juga meski dalam perjalanannya berbeda, tapi aku tahu dia selalu meberikan kesempatan dan terus dan terus, tapi karena begitu menjaga perasaan se-orang wanita aku menutup mata.
Setelah hubunganku berakhir aku mulai melupakan semua hal tentang dirinya dengan mengorbankan perasaanku sendiri.
Kali ini ada hal yang mulai merasuk kembali, ada perasaan penyesalan saat aku ingat melepas dirinya, meski aku tahu kesempatan itu sudah tertutup dari awal saat perasaan itu hadir lagi, kegelisahanlah yang mulai hadir.
Betapa bodohnya aku ini. Tapi buat apa semua sudah terjadi dan kini aku  yang harus pergi. Meski selama ini aku tahu bahwa hatiku selalu tertuju padanya aku selalu menolak.

Terkadang sebuah pengorbanan menyakiti salah satu baik diri kita sendiri atau orang lain, sebelum kita berkorban berfikirlah lebih dalam resiko apa yang akan kita tanggung nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar