Rabu, 30 Mei 2012

Maju atau Mundur?

Tergelitik dengan pertanyaan seorang teman sebut saja "S" yang baru saja dia tanyakan kepada saya, saya mencoba untuk mempostingnya.
Teman saya ini memiliki masalah tentang sebuah banyak hal tentang apa yang di namakan "Cinta". Dia bilang bahwa dia mencintai seseorang yang bisa dikatakan mantan pacar tetapi belum pernah mengatakan putus, tetapi sang mantan sudah memiliki seseorang tunangan, ribet kali koneksi hubungannya gan.
Dalam beberapa hari ini dia berhubungan dengan "sang mantan" sangat intens sampai sering ketemu, pergi ataupun hanya sekedar menemaninya makan. Hmm makan koq minta ditemenin kaya g' ada orang lain aja. Singkat cerita dia ketahuan sama si tunangan "sang mantan" ya mau g' mau terima deh sop buah keluar dari mulut tunangan "sang mantan", dan karena merasa bersalah dia g' bisa jawab apa-apa.

Sebagai seorang teman yang baik dan budiman (ceritanya hehehe) ya saya harus memberikan sebuah solusi yang baik pula.
Dari kasus di atas dan dari pernyataan si korban (S) bahwa di sebenarnya ingin menolak tapi tidak bisa, saya mencoba menyimpulkan bahwa "S" masih memiliki kebimbangan di dalam hatinya antara maju atau mundur. Ini jawaban saya atas keluh kesah si "S" kepada saya.
  1. Jika dilihat secara manusiawi silahkan saja toh ituk hak asasi kalian, yang penting bukan dalam keadaan si "mantan" sudah menikah. Tinggal bilang "dia bukan istri kamu masih seorang tunangan jadi sah-sah saja dong mendekati dia".
  2. Lebih baik mundur biar masa lalu ya masa lalu sekarang ya sekarang, karena apapun hasilnya nantinya tika akan baik buat kalian berdua. Sekarang iya bisa mengatakan aku cinta kamu tapi nanti apa masih bisa merasakan kenyamanan dari hasil buah yang kamu tanam dahulu, apa yang kamu tanam kamu pula yang memetiknya.
  3. Perjelas isi hatimu dulu apa yang kamu rasakan sekarang tapi bukan kamu katakan kepadanya tapi kepada dirimu sendiri, sekarang kamu coba jangan berhubungan dulu kalaupun mau membalas SMS dari dia jawab sesimple mungkin contoh : "lagi apa nih?" jawab aja "kerja." dah seperti itu saja jangan ditambah "lha kamu atau kamu lagi apa?". Tidak masalah dikatakan kejam itu juga buat kalian berdua.
  4. Jika kamu masih nekat kaya no. 1 silahkan tapi kamu tanya dulu dia bagaimana, meski kamu sudah tau resikonya terhadap dia ataupun kamu.
Masalah tentang "Cinta" memang tidak akan pernah habis  bahkan terkadang menjadi benang kusut yang tidak jelas kapan selesainya.

NB: ini hanya berbagi siapa tau solusi saya bisa membantu agan-agan yang memiliki masalah yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar